review jurnal


INTI MASALAH


Melihat kondisi lahan pertanian pada saat ini, dapat dikatakan bahwa banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh petani mengenai lahan, seperti penyempitan lahan, degradasi lahan hingga kekeringan pada lahan pertaniannya. Penyebab terjadinya kekeringan lahan dikarenakan keterbatasan sumber air dan  kandungan lengasya (soil moisture content) yang selalu berada di bawah kadar air kapasitas lapangan. Perbandingan jumlah curah hujan pada saat musim hujan yang tidak dapat mengimbangi kebutuhan air sepanjang tahun (terutama untuk kebutuhan evaporasi dan transpirasi) juga menjadi factor penyebab lahan kering. Timbulnya Lahan kering di bagian hulu pada daerah aliran sungai (DAS) kadang dimanfaatkan untuk budidaya pertanian walaupun dalam kondisi air yang terbatas.
Selain itu, proyek-proyek pembangunan pertanian pada lahan kering telah  banyak  dilaksanakan  tetapi  belum menunjukkan  hasil  yang  maksimal, dimana penyebabnya antara lain adalah tidak berkembangnya kemandirian masyarakat dan pembinaan yang tidak berkesinambungan. Hal ini menyebabkan sistem usahatani lahan kering semakin tertinggal, terutama di Daerah Aliran Sungai  (DAS)  bagian  hulu.  Kondisi Wilayah DAS pada saat ini semakin ke hulu semakin bergelombang dan berbukit sehingga kemiringan lahan semakin besar. Lahan pada DAS hulu dengan kemiringan yang tinggi mempunyai potensi erosi yang tinggi pula. Dalam mengatasi permasalahan tersebut para petani telah melakukan konservasi lahan walaupun dengan derajat yang berbeda. Sebagian petani pada lahan miring telah membuat teras bangku, namun belum sempurna, belum dilengkapi dengan tanaman penguat teras.
Upaya konservasi lahan dengan pergiliran tanaman, pengolahan dan pembudidayaan tanaman sesuai garis contour juga tidak mudah diadopsi, karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pada sebagian petani. Demikian pula dalam penggunaan pupuk mulsa dan pupuk kandang, sebagian petani tidak memiliki ternak ruminansia sebagai penghasil pupuk kandang. Maka dari itu perlu diadakan penyuluhan mengenai permasalahan lahan agar petani dapat menyadari pentingannya pengolahan lahan dengan baik tingkat partisipasi petani dalam melakukan konservasi lahan semakin meningkat.
Hal ini selaras dengan jurnal nasional yang berjudul “Model Partisipasi Petani Lahan Kering dalam Konservasi Lahan” yang secara garis besar telah membuat Program untuk meningkatkan partisipasi petani dalam konservasi lahan, yang mana dapat divaluasi melalui penerapan parameter-parameter pelaksanaan konservasi , didekati dengan konsep Indeks Kegiatan Konservasi (IKK). Pengembangan konsep IKK sebagai teknologi bersifat spesifik lokasi penting untuk dipergunakan memberdayakan para petani meningkatkan partisipasi para petani tanama pangan lahan kering dalam konservasi lahan.

RIVIEW JURNAL

1.    Pendahuluan

Kebijakan  sentralistik  program  pembangunan pertanian pada padi sawah selama periode 1969 -1997 (Pelita I-VI), menyebabkan usahatani lahan kering kurang mendapat perhatian. Sementara itu, proyek- proyek pembangunan pertanian lahan kering telah  banyak  dilaksanakan  tetapi  tidak menunjukkan  hasil yang  menggembirakan, dimana penyebabnya antara lain adalah tidak berkembangnya kemandirian masyarakat dan pembinaan yang tidak berkesinambungan.
Hal ini menyebabkan sistem usahatani lahan kering semakin tertinggal, terutama di Daerah Aliran Sungai  (DAS)  bagian  hulu. Selain itu terdapat beberapa faktor teknis dan nonteknis juga ditengarai menjadi kendala dalam pembangunan pertanian di masa yang akan datang, seperti menurunnya kapasitas dan kualitas infrastruktur, konversi lahan, degradasi lahan dan air, perubahan iklim, kerusakan lingkungan, kesenjangan hasil antara di tingkat penelitian dan di petani, kurang menariknya kegiatan pertanian bagi generasi muda, serta persaingan penggunaan lahan antara sector pertanian dan nonpertanian (infrastruktur, industri, perkotaan/pemukiman).
Mengelola lahan-lahan Ktentu akan lebih rumit. Kendala agronomis yang dihadapi butuh teknologi yang berkesesuaian. Karakteristik lahan suboptimal yang beragam dengan intensitas tantangannya yang juga bervariasi akan menambah kompleksitas persoalan yang dihadapi. Setiap aplikasi teknologi untuk perbaikan sifat fisik, kimia, dan/atau biologi tanah akan secara langsung menambah biaya usahatani. Maka dari itu perlu ditingkat rasa ikut serta petani dalam konservasi lahan yang dapat divaluasi melalui penerapan parameter-parameter pelaksanaan konservasi lahan yang dalam hal ini merujuk kepada Triastono (2006), didekati dengan konsep Indeks Kegiatan Konservasi (IKK). Tingkat IKK pada lahan kering bagi para petani dapat beragam, sesuai tingkat kesadaran petani, dan kondisi sosial ekonomi petani.
Berdasarkan analisis pada awal, maka didapat bebarapa permasalahan inti yang ingin dijelaskan, serta dicari solusinya maka timbullah beberapa pertanyaan pertanyaan lanjutan, sebagai berikut :
1.    Bagaimana pengaruh partisipasi petani lahan kering terhadap konservasi lahan.?
2.    Apa saja factor yang mempengaruhi tingkat partisipasi petani lahan kering terhadap konservasi tanah.?
3.    Bagaimana cara efektif dan efesien untuk memperbaiki keadaan lahan yang rusk?

2.    Metode Penelitian

Dalam mereview sebuah jurnal harus memperhatikan yang menjadi pokok permasalahan yang diangkat, hasil hasil analisis penulis dan peneliti jurnal terkait, sehingga dapat menyimpulkan maksud yang terkadung dalam jurnal khususnya dalam menjawab berbagai permasalahan. Oleh karena itu, pembahasan bagaimana metodelogi dalam jurnal menjadi sebuah bagian yang penting, mengingat mereview merupakan metode yang digunakan untuk memberikan gambaran bagaimana penulis jurnal menyimpulkan hasil jurnal dan kelebihan serta keterbarasan metode dalam jurnal
Dalam melakukan penelitiannya pada jurnal 1 dengan judul “Model Partisipasi Petani Lahan Kering dalam Konservasi Lahan” menggunakan data yang data primer, yaitu data aktivitas konservasi lahan, meliputi semua aspek kegiatan konservasi lahan, sesuai dengan pengukuran IKK. Di samping itu juga penulis mencatat data profil atau karakteristik petani meliputi umur, pendidikan formal, jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, dan luas penguasaan lahan. Pengumpulan data primer dengan survai. Informasi mengenai data primer juga diperkuat dengan melakukan wawancara kepada tokoh-tokoh masyarakat dan petani dengan maksud untuk memperoleh informasi lebih lanjut, yang mampu menjelaskan suatu gejala yang tidak terekam oleh kuesioner yang disusun.
Sedangkan pada jurnal 2......................
Pada jurnal 3...............................

3.    Hasil dan Pembahasan

3.1 Hasil

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada jurnal 1 dengan judul Model Partisipasi Petani Lahan Kering dalam Konservasi Lahan”maka dapat diperoleh hasil mengenai pengukuran partisipasi para petani dalam konservasi lahan yang menggunakan 10 parameter, rata-rata partisipasi para petani dalam konservasi lahan berada pada katagori sedang yaitu mencapai 69,63%. Adapun hasil presentase peprtisipasi petani dalam konservas lahan sesuai IKK sebagai berikut
X1 : pembuatan teras/galengan pada lahan miring
X2 : penanaman tanaman atau rumput penguat teras,
X3 : pengolahan lahan sesuai garis contour
X4 : pembudidayaan tanaman sesuai garis contour
X5 : pergiliran tanaman semusim
X6 : penanaman tanaman tahunan
X7 : penggunaan mulsa atau pupuk kandang,
X8 : pemeliharaan teras atau galengan
X9 : pembuatan saluran drainase,   
X10 : rasa tanggung jawab petani atas konservasi lahan.
Berdasarkan penelitian, maka diperoleh hasil X3, X4 telah mencamai 100%, X1, X5, X8, X9, telah dilaksanakan dengan baik namun belum memenuhi 100%, namun X2 dan X6 masih rendah dengan alasan,  petani beranggapan jika lahan mereka ditanami rumput atau tanaman tahunan maka lahan mereka akan berkurang dan X7 masih rendah dikarenakan kendala petani yang tidak memiliki ternak ruminansia, padahal pupuk organik atau mulsa diperoleh dari hasil kotoran ternak, X10 dalam ukuran sedang berarti petani masih membutuhkan peran dari pemerintah untuk melaksanakan konservasi secara baik karena petani memerlukan biaya yang cukup banyak untuk melakukan konservasi.
Maka dapat diketahui bahwa tingkat partisipasi petani dalam konservasi lahan pada parameter telah mencapai kategori tinggi namun pencapaian partisipasinya rendah.
Jurnal 2........................
Jurnal 3.......................

3.2 Pembahasan

Peneliti Jurnal “Model Partisipasi Petani Lahan Kering dalam Konservasi Lahan” melakukan Penelitiannya di Dusun Pundung, Desa Kudi, Kecamatan Batuwarno Kabupaten Wonogiri yaitu wilayah pertanian yang berada di DAS Solo Hulu. Peneliti memilih 68 responden  dari 73 KK, dengan catatan dua petani tidak dijadikan responden karena menanam pohon jati dan tiga petani tidak dijadikan responden karena tidak memilika lahan, maka dari itu petani yang dijadikan responden hanya berasal dai petani tanaman pangan dengan membedakan petani yang menguasai lahan < 0,5 ha dan petani yang memiliki lahan ≥ 0,5 ha. Peneliti menyatakan bahwa Rata-rata para petani memelihara ternak ternak ruminansia, hal ini sangat membantu petani dalam mendapatkan tambahan pendapatan serta sumber pupuk organik. Luas penguasaan lahan terbatas, para petani pada umumnya membudidayakan tanaman pangan sebagai petani pemilik dan penggarap. Tercatat 66 petani adalah pemilik penggarap, dua orang petani sebagai penyakap, dan seorang petani pemilik pengarap dapat menambah luas penguasaan lahannya dengan menyewa.
Setelah peneliti melakukan wawancara dengan respondem, maka diperoleh hasil yang menyatakan bahwa parameter partisipasi petani dalam melakukan konservasi tanah menepati tingkat sedang dengan presentase sebesar 69,63%, peneliti menggunakan model IKK (Indeks Kegiatan Konservasi). IKK merupakan model konservasi lahan untuk meningkatkan partisipasi petani yang mana dalam melaksanakan konservasi lahan spesifik lokasi di Sub DAS Solo Hulu. IKK lebih menekankan bahwa peran partisipsi petani sangatlah penting dalam melakukan konservasi lahan. Selain itu  terdapat faktor yang berpengaruh kegiatan nyata terhadap model IKK. Adapun faktor sosial ekomomi yang mempengaruhi IKK yaitu :
1.    Umur, peneliti menyatakan bahwa umur berpengaruh dalam kegiatan konservasi lahan, yang mana petani yang berumur antara 50 keatas lebih berperan dalam kegiatan konservasi, dikarenakan mereka telah menerima berbagai penyuluhan dan sosialisasi usaha tani baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta.
2.    Jumlah Keluarga, Faktor banyaknya jumlah keluarga tidak seberapa berpengaruh dalam hal partisipasi. Namun perlu diketahui bahwa rata rata jumlah keluarga petani berjumlah 3 orang yang biasanua yang bekerja sebanyak 3 orang. Semakin banyak anggota keluarga maka semakin banyak pula tenaga yang ikut berpartisipasi.
3.    Pendikan Formal, Pendidikan formal sangat lah berpengaruh terhadap kegiatan onfarm dan partisipasi petani dalam melakukan konservasi, yang mana dengan adanya pendidikan formal akan dapat merubah persepsi petani sehingga petani akan mempunyai kesadaran lebih untuk mengolah kegiatan pertaniannya dengan cara cara yang baik dan benar.
4.    Kepemiilikan ternak, sangat berpengaruh dalam meningkatkan partisipasi konsevasi lahan, karena dengan danya ternak maka petani dapan menajadikan kotoran ternak tersebut sebagai pupuk. Selain itu dengan adanya ternak petani akan menanam rumput dipinggir lahan yang berguna untuk pakan ternak dan penguat teras lahan.
5.    Luas penguasaan lahan, semakin luas lahan yang dimiliki oleh petani maka semakin tinggi pula partrisipasi patani dalam melakukan konservasi lahan.
Model spesifik lokasi yang berguna untuk meningkatkan partisipasi para petani dalam konservasi lahan dapat diketahui dari hasil valuasi mengenai tingkat partisipasi petani dalam konservasi lahan dengan factor-faktor yang berpengaruh nyata dalam partisipasi petani dalam konservasi lahan, Oleh karena itu, maka model yang baik untuk dapat meningkatkan partisipasi dalam konservasi lahan yaitu membantu memberdayakan para petani agar senantiasa mendapatkan penidikan (non formal) meliputi usahatani berkelanjutan, memberdayakan para petani untuk dapat memiliki atau memelihara ternak ruminansia, serta memberdayakan agar penguasaan lahannya mencapai luasan optimal, sehingga dapat mempergunakan lahannya sesuai kemampuan lahan.
Jurnal 2......................
Jurnal 3........................

4.    Simpulan

Dalam Jurnal 1 dengan judul Model Partisipasi Petani Lahan Kering dalam Konservasi Lahan”, sebagaimana telah dijelaskan pada pembahasan awal, bahwa jurnal ini dalam penggambilan data langsung melakukan survey terhadap para petani. Data yang dipergunakan dalam penelitian menggunakan data primer yang diperkuat dengan wawancara terhadap 68 responden dan wawancara terhadap tokoh masyarakat dengan maksud untuk memperoleh informasi lebih lanjut, yang mampu menjelaskan segala gejala yang tidak terekam oleh kuesoner yang disusun. Kelebihan dari penelitian ini yakni peneliti dalam pengumpulan datanya melakukan penelitian secara langsung dengan melakukan wawancara kepada beberapa pihak kemudian peneliti menjelaskan secara detail hasil wawancara yang dilakukannya dengan menghubungkan ke penelitian yang dilakukan sebelumnya.
Namun dalam jurnal ini, terdapat beberapa kekurangan diantaranya :
1.      Peneliti tidak menjelaskan secara detail kelebihan dari model konservasi IKK dibandingkan dengan model konservasi yang lainnya.
2.      Peneliti hanya menjelaskan model konservasi IKK, namun peneliti tidak memberikan target pencapaian kapan seharusnya 10 poin konsep IKK dapat terpenuhi 100%
Dalam jurnal 1 telah disebutkan bahwa model yang baik untuk meningkatkan partisipasi petani dalam konservasi lahan menggunakan parameter IKK sehingga dapat megetahui tingkat dengan memperhatikan faktor faktor yang mempengaruhinya. Pencapaian  parameter IKK bertujuan untuk membantu pemberdayaan petani  agar terus memelihara dan memiliki ternak serta mengoptimalkan penggunaan lahan sehingga sesuai dengan kemampuan lahan.

5.    Rekomendasi

Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya, pada bagian ini dikemukakan rekomedasi untuk penelitian selanjutnya Lebih beragam lagi respondennya, yang awalnya hanya petani tanaman pangan untuk kedepannya respondennya berasal dari petani tanaman pangan dan tanaman lainnya





Komentar